UMRAN Pustaka

Lima Metode Belajar yang Talibul ‘Ilmi Masa Kini Perlu Ketahui

Kita seringkali mendengar pernyataan bahwa kita perlu “belajar dengan cara yang benar”, tetapi tersedia amat sedikit penjelasan mengenai artinya. Padahal, yang lebih penting dari materi pelajaran adalah cara belajar  yang membuat apa-apa yang dipelajari benar-benar menetap di dalam hati. Diadaptasi dari ulasan “5 Study Methods Every Student of Ilm Should Know” di laman Hadithiyya, berikut di antara metode belajar yang bisa digunakan oleh para Thalibul ‘Ilmi untuk menunjang proses pembelajaran:

1. Feynman Method

Selepas menghadiri sebuah kelas, jelaskan apa yang Anda tangkap seperti halnya sedang mengajar seorang pemula. Menyadari adanya sebuah gagasan adalah keterampilan yang tidak sama dengan kemampuan menangkapnya. Mengajarkannya adalah cara untuk menyingkap apa-apa yang benar-benar Anda telah pahami.

2. Retrieval Practice

Tutup buku Anda dan tuliskan segala hal yang masih Anda ingat. Insting mendorong kita untuk terus membaca ulang, tetapi disiplin ialah tentang bagaimana kita berusaha menghadirkan kembali apa-apa yang telah kita pelajari, baru kemudian memeriksanya. Kebanyakan apa yang menetap di benak kita ialah apa-apa yang kita telah coba ingat, bukan sekadar membaca ulang.

3. One Principle Method

Segera setelah sebuah kelas berakhir, tanyakan kepada diri Anda: Bisakah menyebutkan satu saja ide atau prinsip utama di dalamnya! Perkara-perkara terperinci mudah saja digabungkan. Akan tetapi, yang lebih sulit dikembangkan ialah kemampuan menyadari ide atau prinsip yang membuat semua hal itu bisa berdiri kokoh dalam suatu bangunan bersama.

4. The Question Notebook

Pisahkan catatan mengenai apa-apa yang masih terasa kurang jelas di dalam kelas baik berupa pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, kontradiksi-kontradiksi yang muncul, bahan-bahan yang Anda ingin pelajari ulang. Kebanyakan pelajar hanya menulis catatan, tetapi sedikit dari mereka menjaga catatan tentang apa-apa yang mereka belum pahami. Cara ini seringkali berhasil membantu dalam mengelola kebingungan dan melacak kemajuan belajar.

5. The Revision Ladder

Baca lagi pelajaranmu di hari yang sama, lalu di hari berikutnya, lalu sepekan kemudian, lalu sebulan kemudian. Biasanya lupa bukanlah tanda bahwa kita punya ingatan yang lemah. Ia terjadi justru karena sesuatu telah dipelajari tetapi tidak disentuh kembali.

Setiap metode ini menyasar bagian yang berbeda di dalam pembelajaran: memahami, menyimpan pemahaman, mengoreksi, memusingkan, dan merefleksi. Para pembelajar yang mempelajari berbagai cara untuk belajar seringkali lebih bisa mengambil manfaat  dibanding mereka yang hanya membaca dan lantas berlalu begitu saja.

Scroll to Top