UMRAN Pustaka

Kopi Turki, Kedai Yanisari, dan Narasi Osmani

Rp 74.500
Rp 58.000

Beli Lewat

Penulis: Ali Caksu
Dimensi: 13×19 cm
Ketebalan: x+54 hlm

Beberapa tahun terakhir, budaya ngopi berikut kedai-kedai kopinya menjamur baik di pusat kota-kota besar maupun di pelosok desa. Ia menjadi lokus di mana berbagai kepentingan – dan ketidakpentingan – dipertemukan sehingga semaraklah ekosistem kopi mulai dari para petani di hulu hingga para barista dan penyeruputnya, berikut seluruh kompleksitas meşin, ragam jenis biji, dan keterampilan macam latte art di hilir. Sayangnya, seperti ada yang terlewat dari euforia ber-kopi ria tersebut; yaitu narasi di belakangnya. Buku ini terdiri dari dua artikel berjudul “Kedai Kopi Yanisari di Istanbul Abad ke-18” dan “Kopi Turki; Sebuah Wedang Politik” karya Ali Çaksu, intelektual Turki jebolan ISTAC.

Dihadirkan ke hadapan para pembaca sekalian untuk menjadi pengantar dalam memahami bagaimana budaya pop, dalam hal ini kopi dan kedai kopi, tidak hanya hadir dan menjamur hingga dikatakan mengisi satu dari tiap tujuh kios yang ada, melainkan dapat memainkan peraja sentral – apalagi jika bertemu dengan lembaga militer – di dalam mempertahankan dan membangun, ataupun justru mengakibatkan stagnansi dan menghancurkan, peradaban.

UMRAN PRESS

Referensi Memerdekakan Diri

Penulis: Ali Caksu
Dimensi: 13×19 cm
Ketebalan: x+54 hlm

Beberapa tahun terakhir, budaya ngopi berikut kedai-kedai kopinya menjamur baik di pusat kota-kota besar maupun di pelosok desa. Ia menjadi lokus di mana berbagai kepentingan – dan ketidakpentingan – dipertemukan sehingga semaraklah ekosistem kopi mulai dari para petani di hulu hingga para barista dan penyeruputnya, berikut seluruh kompleksitas meşin, ragam jenis biji, dan keterampilan macam latte art di hilir. Sayangnya, seperti ada yang terlewat dari euforia ber-kopi ria tersebut; yaitu narasi di belakangnya. Buku ini terdiri dari dua artikel berjudul “Kedai Kopi Yanisari di Istanbul Abad ke-18” dan “Kopi Turki; Sebuah Wedang Politik” karya Ali Çaksu, intelektual Turki jebolan ISTAC.

Dihadirkan ke hadapan para pembaca sekalian untuk menjadi pengantar dalam memahami bagaimana budaya pop, dalam hal ini kopi dan kedai kopi, tidak hanya hadir dan menjamur hingga dikatakan mengisi satu dari tiap tujuh kios yang ada, melainkan dapat memainkan peraja sentral – apalagi jika bertemu dengan lembaga militer – di dalam mempertahankan dan membangun, ataupun justru mengakibatkan stagnansi dan menghancurkan, peradaban.

UMRAN PRESS

Referensi Memerdekakan Diri

Buku Terkait

Buku Terkait

Scroll to Top